Syarat Hewan Kurban

15 August 2017 14:44, Posted by Aminullah Yasin in Website iduladha, kurban

Hari raya Idul Adha adalah hari besar kaum muslimin. Dan pada hari Idul Adha Allah ta’ala memerintahkan kepada kita agar menyembelih hewan kurban sebagai bentuk mendekatkan diri kepada-Nya. Allah ta’ala berfirman :

وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُم مِّن شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ ۖ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ ۖ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi´ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.” [QS. Al-Hajj : 36]

Dan para ulama dari kalangan 4 madzhab telah sepakat bahwa hewan ternak yang boleh dijadikan kurban ada 4 macam :

  1. Unta
  2. Sapi / Kerbau
  3. Kambing
  4. Domba

Selain keempat jenis diatas maka tidak diperbolehkan untuk dijadikan hewan qurban. Sekarang mari kita bahas, syarat-syarat 4 jenis hewan diatas yang boleh dijadikan hewan Qurban.

Syarat Pertama : Sehat, tidak cacat.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَامَ فِيْنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : (( أَرْبَعٌ لاَ تَجُوْزُ فِي اْلأَضَاحِي – وَفِي رِوَايَةٍ : ((  لاَ تُجْزِؤُ  )) –  العَوْرَاءُ الْبَيِّنُ عَوَرُهَا , وَالْمَرِيْضَةُ الْبَيِّنُ مَرَضُهَا , وَالْعَرْجَاءُ الْبَيِّنُ ظَلَعُهَا , وَالْكَسِيْرَةُ الَّتِي لاَ تُنْقِيْ  ))   (رواه أبو داود وصححه الألباني في صحيح سنن أبي داود رقم 2431)

Dari Al Baro’ bin ‘Azib radhiyallahu anhu berkata : Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berdiri di hadapan kami lalu beliau bersabda : “Empat macam hewan yang tidak boleh dijadikan sebagai udhiyah –dalam riwayat lain beliau bersabda : “Tidak sah (jika dijadikan udhiyah)” –  : Hewan yang juling yang jelas julingnya, hewan yang sakit yang nampak sakitnya, hewan yang pincang yang jelas pincangnya, dan hewan yang kurus yang tidak mempunyai sumsum.”   (HR Abu Dawud dan dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud No. 2431)

Dari hadits diatas, kita simpulkan bahwa hewan kurban haruslah sehat dan terhindar dari empat kondisi :

  1. Matanya juling.
  2. Sakit yang nampak benar sakitnya.
  3. Pincang yang jelas pincangnya.
  4. Terlalu kurus yang menyebabkan tulangnya tidak bersumsum.

Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata :

وأجمعوا على أنَّ العيوب الأربعة المذكورة في حديث البراء لا تُجزئ التضحية بها، وكذا ما كان في معناها أو أقبحَ كالعمى وقطعِ الرجل وشبهه

“Dan para ulama telah sepakat bahwa keempat aib yang disebut dalam hadits Al Baro’ diatas menjadikan hewan tidak sah untuk dikurbankan, demikian pula yang semakna dengan aib-aib itu atau bahkan yang lebih buruk, seperti hewan yang buta, buntung kakinya, dan sebagainya.”  (Lihat Syarah Shohih Muslim karya Imam An-Nawawi, Jilid 13, Halaman 120)

Syarat Kedua : Telah masuk usia minimal yang ditentukan syariat.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

لا تَذْبَحُوا إِلا مُسِنَّةً إِلا أَنْ يَعْسُرَ عَلَيْكُمْ فَتَذْبَحُوا جَذَعَةً مِنْ الضَّأْنِ

“Janganlah kalian berkurban selain yang telah mencapai usia musinnah, kecuali jika kalian kesulitan mencarinya, maka sembelihlah Domba yang berusia jadza’ah” [HR. Muslim]

Berkata Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin rahimahullah :

فالثني من الإبل : ما تم له خمس سنين ، والثني من البقر : ما تم له سنتان . والثني من الغنم : ما تم له سنة ، والجذع : ما تم له نصف سنة ، فلا تصح التضحية بما دون الثني من الإبل والبقر والمعز ، ولا بما دون الجذع من الضأن

“Usia musinnah adalah :

  1. Untuk Unta adalah yang telah genap 5 tahun
  2. Untuk Sapi adalah yang telah genap 2 tahun
  3. Untuk Kambing adalah yang telah genap 1 tahun
  4. Dan adapun usia jadza’ah untuk Domba adalah yang telah genap 6 bulan.

Dan tidak sah berkurban selain dengan Unta, Sapi dan Kambing yang telah mencapai usia musinnah atau Domba yang telah mencapai usia jadza’ah”

Yang Bukan Termasuk Syarat Kurban

Pertama : Tidak harus hewan jantan

Sebagian masyarakat ada yang menganggap bahwa hewan kurban tidak boleh dari jenis kelamin betina, melainkan harus hewan jantan. Anggapan ini tentu saja keliru, karena Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak pernah memberi syarat yang seperti itu.

Berkata Al-Imam An-Nawawi rahimahullah :

وسواء الذكر والأنثى من جميع ذلك , ولا خلاف في شيء من هذا عندنا

“baik hewan kurban itu jantan atau betina, tidak ada bedanya hal tersebut bagi kami (yaitu sama-sama sah)” [Lihat Kitab Al-Majmu’ karya Imam An-Nawawi, Jilid 8, Halaman 364]

Kedua : Tidak harus kambing yang besar dan bertanduk

Berkurban tidak harus dengan kambing yang besar dan bertanduk, karena hal ini dikembalikan kepada masing-masing orang untuk berkurban sesuai dengan kemampuannya. Yang penting hewan itu telah memenuhi syarat-syarat diatas.

Meski demikian, jika seseorang memiliki kemampuan untuk berkurban dengan hewan yang besar maka itu jauh lebih baik, sebagaimana kurban Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, dalam sebuah riwayat disebutkan :

ضَحَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ

“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkurban dengan dua ekor kambing jantan yang bertubuh besar” (HR. Ahmad dan dishohihkan oleh Al-Albani).

Demikian uraian singkat tentang usia hewan kurban, semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam.

Disusun dari berbagai sumber.

Oleh : Aminullah Yasin