October 18, 2018

Sign in

Sign up

profil

Sambutan Mudir

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله رب العالمين الذي علم الإنسان ما لم يعلم، والصلاة والسلام على نبينا محمد خير الأنام، وعلى آله وصحبه ومن اكتفى أثره إلى نهاية العالم، وبعد؛

Segala Puji Milik Allah Taála, Robb semesta Alam, Yang mengajarkan manusia segala sesuatu yang belum diketahuinya. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah atas Nabi Muhammad, sosok manusia yang dipilih oleh Allah sebagai teladan kehidupan; juga atas keluarga, para sahabat dan para pengikutnya hingga akhir zaman.

Literasi ilmu pengetahuan merupakan kebutuhan dasar setiap manusia, sebab tidak ada seorangpun yang terlahir pintar dan tentunya manusia pintar akan berbeda dengan manusia yang tidak berilmu. Tetapi ilmu bukan terminal terakhir yang menjadi tujuan seseorang, melainkan sebagai media utama untuk seseorang dapat beramal shaleh. Implementasi dari ilmu itu yang menjadi buah manis bagi setiap orang yang berhasil menjelmakan pengetahuannya dalam baiknya berpikir, bertutur dan berbuat, baik secara vertikal (cerdas spiritual) dan horizontal (cerdas sosial) Itulah sebabnya Rasul mengatakan dalam sabdanya: “Tidaklah aku diutus melainkan hanya untuk menyempurnakan akhlak (manusia).” (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad, Ahmad, Hakim, dan Ibnu Sa’ad).

Berbicara tentang Pendidikan anak yang merupakan kewajiban atas orang tua, maka kita berbicara investasi (akhirat). Sebab, suka atau tidak Pendidikan itu memerlukan banyak pengorbanan termasuk materi. Imam Syafi’I menyampaikan bahwa seorang tidak akan mendapatkan ilmu kecuali dengan enam hal: (1) kecerdasan, (2) semangat, (3) sungguh-sungguh, (4) bekal materi, (5) bersahabat (belajar) dengan ustadz, (6) membutuhkan waktu yang lama.” Namun, hasilnya akan menjadi sesuatu yang akan kita syukuri pada saat tidak ada kekuatan dan usaha yang berlaku kelak, keuntungannya akan terus mengalir meski kita sudah lagi hidup di dunia ini. Rasulullah bersabda: “Apabila seorang manusia meninggal dunia, terputuslah seluruh amalnya, kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang mendoákannya.” (HR. Muslim)

Dalam pelaksanaannya, tidak setiap orang dapat melakukannya dengan sendiri karena memang disamping setiap kita memiliki keterbatasan, pada dasarnya kita ini merupakan mahluk sosial. Oleh sebab itu kami Pesantren Islam Internasional Al-Andalus mengajak anda para orang tua untuk bekerja sama dalam menunaikan kewajiban yang ada pada pundak kita masing-masing. Orang tua berkewajiban mendidik anak agar menjadi anak shaleh, guru berkewajiban mengajarkan ilmunya dan anak-anak berkewajiban mencari ilmu. Sinergi dalam menjalankan kewajiban masing-masing in syaa Allah akan menjadi energi besar yang memudahkan kita.

Pesantren Islam Internasioanl Al-Andalus memiliki kurikulum yang terintegritas antara kurikulum formal Diknas dan kepesantrenan yang berada di bawah naungan Kemenag RI, diformulasikan dalam kurikulum yang kami sebut Al Manhajun Nabawi dengan keunggulan penanaman aqidah yang lurus sesuai mahaj Ahli Sunnah wal Jamaáh, Tahfidz Quran 30 Juz, Pengetahuan ilmu Syariah yang cukup, kecakapan berbahasa Internasional Arab dan Inggris serta Entrepreunership yang akan menunjang pesantren mencapai visinya yaitu Kaderisasi Ummat Robbani, Cendikia dan Mandiri.

Semoga Allah Taála memberikan taufiqNya dalam upaya menshalehkan putra/i kita, mencerdaskan kehidupan berbangsa dengan karakter yang islami. Aamiin.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Mudir Ma’had
Ttd.
Nurdin Apud Sarbini, Lc.

Sejarah

Berawal dari keinginan seorang hamba Allah yang ingin memiliki andil dalam menegakkan dakwah Islam lewat pendidikan, maka dibentuk sebuah lembaga pendidikan yang bernama pesantren. Kemudian bertemu dengan beberapa anggota dari HAPIA ( Himpunan Alumni Pesantren Islam Al-Irsyad Tengaran), yang selanjutnya HAPIA membentuk sebuah Tim untuk mewujudkan sebuah konsep dari lembaga pendidikan yang diinginkan. Maka lahirlah sebuah konsep pesantren modern yang memiliki kurikulum berbasis kompetensi dengan pendekatan metode Nabawi.

Pesantren Islam International Al Andalus berdiri pada bulan Maret 2013 diatas lahan seluas 7,5 Ha. yang terletak di daerah pebukitan Gunung Batu, 30 KM dari kota Cibubur. Lahan tersebut merupakan tanah wakaf dari keluarga besar Bapak H. Tarmen Tascha, SE. dan Bapak Ir. Eridman Tascha.

Pesantren Islam International Al Andalus bergerak di bawah naungan Yayasan Darul Iman Wattaqwa yang tercatat pada Notaris Ady Kusuma, SH. MH. Akte No.01.- tanggal 1 Februari 2012, dan mendapat pengesahan dari KEMENKUMHAM dengan No.SK : AHU-389.AH.01.04. Tahun 2012.

Pesantren ini juga memiliki perhatian khusus terhadap anak yatim yang tidak mampu mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas. Tentu saja hal ini agar tercapainya pendidikan yang merata dan sebagai bentuk kontribusi Pesantren kepada bangsa dan negara, yaitu untuk mewujudkan Pembangunan Nasional seperti yang diamanatkan dalam Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945 khususnya dalam bidang Pendidikan.

Pada perjalanannya, program khusus anak yatim ini dinilai sukses hingga pada akhirnya mendapat dukungan dari banyak pihak, terutama dari keluarga besar Syaikh Abdullah bin Khalid Bin Hamd Al-Tsani dari negeri Qatar.

Visi & Misi

  • Visi
    “Kaderisasi umat robbani, cendikia dan mandiri”.
  • Misi
    Menyelenggarakan pendidikan berbasis TICE ( Tahfizh, International Curriculum dan Entrepreneurship).
    Mencetak huffadz Al-Qur’an dengan bekal ilmu syar’i yang mumpuni.
    Menanamkan jiwa entrepreneurship yang berwawasan global.

Jenjang Pendidikan

➤ SMPIT-SMAIT : Merupakan pendidikan yang berbasis pada kurikulum pesantren dan diknas, sehingga para santri/santriwati memiliki dasar ilmu pengetahuan yang lengkap untuk menggapai cita-cita, dan memungkinkan mereka melanjutkan ke perguruan tinggi dalam dalam dan luar negeri dengan berbagai jurusan yang diminati, baik agama ataupun umum. Dengan bekal tahfidz 30 juz maka sangat memadai bagi para lulusan untuk berkiprah di masa depan sesuai dengan ajaran Islam.

➤ I’DAD LUGHOWI : Merupakan program khusus bagi para lulusan SMP atau yang sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan di Pesantren Al-Andalus. Program ini berlangsung selama satu tahun penuh sebelum para santri/santriwati melanjutkan pendidikan di jenjang SMAIT Al-Andalus. Selama mengikuti program ini para santri/santriwati akan secara intens mempelajari bahasa arab dan pengenalan dasar-dasar agama sebagai bekal untuk tingkatan selanjutnya.

Program Unggulan

  • Tahfizh Al-Quran 30 juz
  • Bahasa Asing Arab, Inggris dan Mandarin
  • Entrepreneurship

Kualifikasi Lulusan

  1. Berakidah Lurus
  2. Hafal Al-Qur’an 30 Juz dengan baik dan benar
  3. Memahami Ilmu-ilmu Syar’I secara teori dan praktek
  4. Menguasai dua bahasa internasional (Arab, dan Inggris) dan mengenal bahasa Mandarin
  5. Mampu membaca literature Islam Klasik dan Kontemporer
  6. Memiliki kesadaran beribadah dan bermuamalah yang Islami
  7. Memiliki akhlak yang mulia
  8. Lulus UN diatas standar Nasional
  9. Memiliki jiwa entrepreneurship

Fasilitas

  1. Kampus Putra dan Putri Terpisah
  2. Masjid
  3. Gedung Pendidikan Terpadu
  4. Gedung Asrama Representatif
  5. Sarana Olahraga:
    ● Sepakbola (Futsal)
    ● Basket
    ● Badminton
    ● Voli
    ● Tenis Meja
  6. Perpustakaan
  7. Lab. Komputer
  8. Restorasi
  9. Klinik (Tenaga Medis 24 Jam)
  10. Aula
  11. Andalus Mart
  12. Foodcourt
  13. Air Isi Ulang (RO)

Tenaga Pendidik

  • Alumnus Univ. Islam, Madinah
  • Alumnus Univ. Al-Azhar, Kairo
  • Alumnus International University of Africa, Khartoum
  • Alumnus LIPIA, Jakarta
  • Alumnus Univ. dan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta
  • Alumnus Pesantren-Pesantren Islam terkemuka di Indonesia

Aitam

Mengurus anak yatim dan dhua’fa merupakan tugas dan kewajiban kita semua, karena mereka sangat membutuhkan kasih sayang, perhatian dan bimbingan dari kita sebagai pengganti dari orang tuanya.

Allah Ta’ala berfiman : “Tentang dunia dan akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakalah: “Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu.” (QS. Al Baqarah : 220).

Untuk itu, Pesantren Internasional Al-Andalus memiliki program pemberian beasiswa penuh kepada para yatim dan dhu’afa berupa bebas biaya pendaftaran, uang pangkal dan SPP bulanan.