March 26, 2019

Sign in

Sign up

  • Home
  • Slider
  • Diusulkan Jadi Pesantren Percontohan Entrepreneurship, Apa Kata Pihak Al Andalus?

Diusulkan Jadi Pesantren Percontohan Entrepreneurship, Apa Kata Pihak Al Andalus?

By on February 15, 2019 0 243 Views

Bogor – Konsep pendidikan berbasis entrepreneurship telah dianut Pesantren Islam Internasional Al Andalus semenjak berdiri pada 2013 silam. Lembaga itu pun diusulkan menjadi percontohan pesantren entrepreneurship. Lalu apa tanggapan pihak Al Andalus menanggapi masukan tersebut?

Ketua Badan Penelitian, Pengembangan dan Pengawasan (Balitbangwas) Pesantren Al Andalus Ustadz Dwi Wahyu Iskandar, S.Pd.I mengaku, pihaknya menyambut baik usulan yang diajukan konsultan Balitbangwas tersebut.

“Kemarin setelah berkonsultasi dengan konsultan Litbangwas, dalam hal ini ustadz Yusuf, Ustadz Nafi dan Pak Geis, mereka memberikan arahan ke kita agar kegiatan entrepreneur lebih banyak lagi corak dan macamnya,” kata Ustadz Wahyu kepada tim media Al Andalus di Kompleks Pesantren Al Andalus Putra, Sukadamai, Sukamakmur, Bogor, Jawa Barat, Kamis (14/2/2019).

Munculnya ide itu, ujar Ustadz Wahyu, berawal saat tim konsultan LItbangwas berbincang dengan pihak pesantren. Tim tersebut beranggapan bahwa jenis manusia itu jika dikerucutkan menjadi tiga macam dan itu banyak mempengaruhi kehidupan di dunia, yakni seorang birokrat, da’i atau ulama dan seorang wirausahawan.

“Dalam hal ini, sebenarnya Andalus welcome sesuai arahan konsultan Litbangwas, tapi kita juga menyesuaikan dengan kemampuan kita di sini. Pesantren percontohan itu masih menjadi kajian mendalam kita, khususnya terkait masalah kurikulumnya,” terangnya.

Ia menceritakan, awalnya konsep entrepreneur di Pesantren Al Andalus bertujuan hanya ingin menanamkan mental dan mindset wirausaha. Tujuannya, ungkap dia, agar para santri yang telah lulus dari pesantren tidak bingung dalam mengembangkan potensi bisnisnya.

“Kebanyakan sekarang kan anggapannya bahwa kerja itu harus jadi seorang pegawai,” imbuh ayah tiga orang anak ini.

Pihak pesantren, kata Ustadz Wahyu, akan menyiapkan lab entrepreneur yakni ruangan beserta perangkat penunjang.

“Kedepan, entrepreneur lebih dikembangkan lagi, ada alat oven misalnya agar santri bisa membuat kue. Kita juga tengah mempersiapkan lagi item-itemnya menuju ke sana (percontohan pesantren entrepreneurship, red),” kata dia.

Lebih jauh ia mengutarakan, upaya yang dilakukan dalam bidang entrepreneurship yakni mengadakan pelatihan budidaya lele, hidroponik, memproduksi cinderamata dan membuat berbagai jenis makanan sebagai bentuk nyata kemampuan para santri.

Ia mengakui bahwa konsep entrepreneur yang disodorkan tim konsultan LItbangwas dengan yang dijalankan selama ini di Al Andalus sedikit berbeda. Namun, katanya, dua konsep tersebut tengah disinkronisasikan.

“Untuk menjadikan percontohan pesantren entrepreneurship atau menciptakan lingkungan yang entrepreneur itu membutuhkan biaya besar. Itu merupakan tantangan bagi kita untuk mewujudkan hal tersebut. Kita optimis seiring berjalan waktu dengan melihat kemampuan kita pelan-pelan, kurikulumnya kita sempurnakan,” bebernya.

Ustadz Wahyu berharap, program entrepreneur di Al Andalus semakin berkembang karena itu menjadi salah satu unggulan pesantren, yakni mencetak santri yang memiliki jiwa entrepreneurship.

“Fasilitas semoga semakin mendukung kegiatan entrepreneur seperti lab entrepreneur, lahan,” tuturnya mengakhiri perbincangan.(*)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *