February 20, 2019

Sign in

Sign up

Hadiri Pembukaan Mukhoyyam Putra di Cibodas, Begini Pesan Pimpes Al Andalus

By on January 17, 2019 0 134 Views

Bogor – Pimpinan Pesantren (Pimpes) Islam Internasional Al Andalus Ustadz Nurdin Apud Sarbini, Lc turut menghadiri acara pembukaan ‘Mukhoyyam Akbar’ untuk putra di kawasan Cibodas, Cianjur, Jawa Barat, Kamis (17/1/2019) siang.
Mukhoyyam yang digelar di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Mandalawangi Camp Cibodas itu diikuti ratusan santri.

Dalam sambutannya, Ustadz Nurdin mengutip ayat Alquran Surat Ali ‘Imran ayat 190-191. Ia menjelaskan bahwa dalam penciptaan langit dan bumi serta adanya siang dan malam terdapat tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Namun tanda-tanda tersebut hanya bisa diketahui, dicerna dan didapat oleh ulul albab, orang yang berakal atau orang yang cerdas,” kata Ustadz Nurdin di hadapan peserta mukhoyyam.

Ia pun mengutarakan maksud dan ciri-ciri orang yang berakal dan cerdas tersebut. Mereka, lanjutnya, yakni orang yang senantiasa mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Ciri kedua, senantiasa berpikir terhadap penciptaan langit dan bumi, sehingga melahirkan berbagai macam disiplin ilmu, seperti astronomi, kedokteran dan lain-lain,” paparnya.

Selain itu, alumnus Universitas Al Azhar Kairo, Mesir ini menerangkan manfaat kegiatan mukhoyyam atau camping yang digelar pihak pesantren.

“Manfaat adanya camping, pertama, mengajarkan leadership. Mereka dibagi kelompok yang masing-masing dipimpin satu orang sebagai ketua kelompok. Kedua soal Kemandirian, anak-anak akan diajarkan tentang hidup mandiri. Mereka selama dua hari satu malam harus masak sendiri kemudian mengatur kegiatan-kegiatan yang telah di-schedule-kan panitia,” ucapnya.

Ada juga, menurutnya, menanamkan sikap kebersamaan atau team work. Peserta mukhoyyam diajarkan kerja sama melalui berbagai simulasi dan permainan atau game yang disediakan para musyrifin.

“Membangkitkan solidaritas dengan sesama mereka. Mereka membawa makanan ada yang banyak, ada yg sedikit dan itu dikumpulkan di panitia untuk dibagi secara merata dan dimakan bersama-sama. Ini akan timbul rasa sosial berbagi antar sesama,” pesan dia.

Ustadz Nurdin berharap, kegiatan tersebut bisa berjalan dengan baik dan lancar. Dan para santri kembali ke pesantren dalam kondisi fresh.

“Dan siap menerima ilmu-ilmu yang diberikan para asatidz,” tukasnya.(*)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *