January 21, 2019

Sign in

Sign up

Tiga Alasan Perlu Digelarnya Mukhoyyam Akbar Bagi Putri

By on January 11, 2019 0 60 Views

Bogor – Santriwati Pesantren Internasional Al Andalus mengikuti acara ‘Mukhoyyam Akbar’ atau camping di Degung Hillside Jalan Raya Tapos, Cibedug, Ciawi, Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis-Jumat (10-11/1/2019) itu digagas Departemen Kepengasuhan Pesantren Internasional Al Andalus.

Mudir Departemen Kepengasuhan Ustadz Rijalul Huda mengatakan, setidaknya ada tiga alasan, sehingga pihaknya memutuskan menggelar acara mukhoyyam bagi santri putri.

Pertama, kata dia, kegiatan mukhoyyam putri dilakukan di luar wilayah pesantren agar hubungan santriwati dengan asatidzahnya makin terjalin erat.

“Bukan berarti di pesantren itu tidak terjalin, tapi ingin ada sesuatu yang mengokohkan karena biasanya hubungan itu makin kokoh jika ada di lokasi berbeda,” kata Ustadz Rijal di lokasi mukhoyyam, Kamis (10/1/2019) petang.

Kedua, lanjutnya, pihaknya ingin memberikan suasana santai kepada para santriwati agar semangat belajarnya kembali segar.

“kita ingin refresh dikit. Harus diakui santriwati Andalus itu memiliki target pendidikan yang tinggi, sehingga diharapkan tidak memiliki beban yang oveload,” ucapnya.

Ketiga, berinteraksi dengan alam merupakan hal yang dianjurkan bagi seorang muslim. Harapannya, seorang muslim harus memahami konsep keseimbangan alam.

“Contoh kecil, isu belakangan ini kan makin tidak terawatnya alam, kita bawa mereka (santriwati) ke tempat yang dekat dengan alam, biar bisa lebih menyadarkan pentingnya alam. Seperti ketika mereka punya lahan maka mereka sadar harus menanam,” terangnya.

Selain itu, Ustadz Rijal mengakui untuk konsep menginap bagi satriwati, kegiatan ini menjadi yang pertama kali. Sebelumnya, acara outing bagi santri putri tidak pernah menginap.

“Meski begitu, kita memastikan situasi tempat kita mukhoyyam itu steril atau clear dari interaksi dengan masyarakat luar. Tempat ini kita booking secara keseluruhan, kami ingin menjaga nilai-nilai syar’i,” pungkasnya.(*)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *