Bogor – Tiga santri Pesantren Islam Internasional Al-Andalus menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih medali perunggu pada ajang International Essay Competition, 2nd International Student Summit (ISS) 2026 di Malaysia.
Ketiga santri tersebut yakni Ahmad Zidane, Athaya Akmal, dan Hanif Nahwan. Mereka merupakan santri yang saat ini duduk di kelas XI.
Diketahui, 2nd International Student Summit (ISS) 2026 merupakan sebuah kompetisi esai internasional yang mempertemukan pelajar dan mahasiswa dari berbagai negara. Tema dalam penyelenggaraan kali ini yakni “Building a Sustainable and Inclusive Future”
Baca juga : Dua Alumni Al-Andalus Juara I Lomba Tahfiz di UIM
Kompetisi ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu seleksi esai secara daring dan babak final berupa presentasi langsung yang digelar di Malaysia pada 14–15 Februari 2026. Dalam ajang tersebut, para santri Al Andalus bersaing dengan tim-tim dari perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Mengangkat topik lingkungan, tim Al-Andalus mengusung inovasi teknologi pengolahan sampah menjadi energi melalui sistem MFC (Multifeed Stock Co-Firing) sebagai upaya mengurangi ketergantungan pembangkit listrik terhadap batu bara. Meski bersaing dengan universitas ternama seperti Universitas Brawijaya, Universitas Indonesia, dan Universitas Diponegoro, santri Al-Andalus mampu menunjukkan kualitasnya hingga meraih medali perunggu.
Advisor tim Al-Andalus, Ustaz Fathurohman, S.T., M.M. yang ikut mendampingi para santri berkompetisi menyampaikan rasa bangganya atas torehan tersebut.
“Berhasil masuk ke ajang ISS yang melibatkan 75 tim dari seluruh Indonesia bukanlah prestasi kecil. Para santri menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menulis esai berkualitas dan mempresentasikannya dalam bahasa Inggris dengan percaya diri. Insya Allah, ini bukan akhir, melainkan awal dari kegemilangan yang lebih besar,” kata Ustaz Fathur saat dihubungi tim media Al-Andalus, Senin (16/2/2026).
Baca juga : Santriwati Al-Andalus Juara 3 Kompetisi Esai Tingkat Nasional
Pada kesempatan lain, Mudir Aam Pesantren Islam Internasional Al-Andalus, Ustadz Nurdin Apud Sarbini, Lc., M.Pd turut mengapresiasi dan menyatakan bahwa prestasi itu sebagai bukti bahwa santri Al-Andalus mampu bersaing di level internasional.
“Alhamdulillah, raihan medali perunggu merupakan prestasi kesekian kali yang membanggakan. Semoga menjadi motivasi untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi umat dan peradaban,” tuturnya.
Menurut Ustaz Nurdin, prestasi ini menjadi tonggak penting bagi Al-Andalus dalam menembus kompetisi ilmiah tingkat internasional sekaligus mempertegas komitmen pesantren dalam melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan berdaya saing global. (*)


































