BOGOR – Pesantren Islam Internasional Al-Andalus memfasilitasi sebanyak 25 alumninya untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri, melalui program pendampingan pendaftaran online ke sejumlah universitas di Arab Saudi.
Kegiatan yang digelar pada Selasa (5/5/2026) itu berlangsung di aula gedung Abdurrahman An-Nashir Pesantren Al-Andalus Putra, Sukamakmur, Bogor ditangani tim Departemen International Program Al-Andalus (IPA).
Beberapa perguruan tinggi tujuan yang menjadi target para alumni di antaranya Islamic University of Madinah, King Khalid University, Prince Sattam bin Abdulaziz University, King Abdulaziz University, hingga King Fahd University of Petroleum and Minerals.
Baca juga : Alhamdulillah, Alumnus Al-Andalus Angkatan IV Diterima di UIM
Kegiatan itu menghadirkan sejumlah pemateri dan pendamping, yakni Direktur IPA, Ustaz Wahyudin Abdullah, Lc., Ustaz Ibnu Aulia Bakir selaku Mudir Al-Andalus Putri sekaligus alumni Islamic University of Madinah, serta Ketua Divisi IPA, Ustaz Suandi, Lc.

Berdasarkan informasi yang diterima tim media Al-Andalus, dalam sesi pendampingan, para alumni mendapatkan penjelasan terkait tahapan awal proses pendaftaran universitas luar negeri. Agenda kegiatan meliputi pengecekan kesiapan berkas, pembuatan akun pendaftaran bagi peserta yang belum memiliki akun, serta tata cara pengisian tahap pertama berupa data diri dan data sekolah.
Adapun pada kegiatan tersebut para peserta belum memasuki tahap pengunggahan seluruh dokumen maupun penentuan akhir pilihan kampus tujuan.
Baca juga : Dua Alumni Berangkat ke Prince Sattam Saudi, Satu Orang ke Malaysia
Ustaz Wahyudin mengatakan bahwa pendampingan tersebut dilakukan agar alumni memahami alur administrasi pendaftaran internasional secara lebih tepat dan terarah.
“Pendaftaran universitas luar negeri memiliki tahapan administrasi yang cukup detail. Karena itu kami ingin para alumni memahami prosesnya sejak awal agar lebih siap ketika memasuki tahap submit dokumen dan seleksi berikutnya,” ujarnya.
Menurutnya, suasana kegiatan berlangsung tertib dan penuh antusias. Para alumni tampak aktif berkonsultasi mengenai persyaratan administrasi, mekanisme pembuatan akun, hingga proses pengisian data sesuai ketentuan masing-masing universitas.
“Program pendampingan seperti ini menjadi bagian dari komitmen Al-Andalus dalam membuka akses pendidikan internasional bagi para alumni, khususnya ke kawasan timur tengah,” beber Ustaz Wahyudin.
Melalui program tersebut, pesantren berharap semakin banyak alumni yang dapat melanjutkan pendidikan ke kampus-kampus internasional dan menjadi generasi muslim yang memiliki wawasan global, kapasitas keilmuan, serta kontribusi nyata bagi umat dan masyarakat. (*)






































