Bogor – Pesantren Islam Internasional Al-Andalus Putri sukses menggelar kegiatan Science and Math Day (SCIMA 1.0) pada 1–2 Mei 2026 lalu di lingkungan pesantren, Jonggol, Bogor. Kegiatan yang diinisiasi bagian Lab IPA ini menjadi bagian dari upaya strategis pesantren dalam meningkatkan minat dan kemampuan santriwati di bidang sains serta matematika.
Pembukaan acara yang bertajuk “Discover New Paths with Science and Math” tersebut dihadiri Mudir ‘Am Pesantren Al-Andalus Ustaz Nurdin Apud Sarbini, Mudir Pesantren Al-Andalus Putri Ustaz Ibnu Aulia Bakir, civitas pesantren, serta seluruh santriwati. Dengan konsep edukatif, kreatif, dan interaktif, SCIMA 1.0 hadir sebagai sarana pengembangan intelektual santri sekaligus membangun budaya kompetisi akademik yang sehat di lingkungan pesantren.
Ustadz Nurdin Apud Sarbini, Lc., M.Pd menekankan pentingnya kebangkitan umat Islam melalui penguasaan ilmu pengetahuan. Menurutnya, sejarah telah membuktikan bahwa banyak fondasi perkembangan sains lahir dari kontribusi para ilmuwan muslim, meskipun saat ini lebih dikenal luas di dunia Barat.
“Karena itu, umat Islam harus kembali bangkit dalam penguasaan ilmu pengetahuan. Santri tidak boleh tertinggal. Mereka harus menjadi generasi unggul dalam agama sekaligus maju dalam sains,” ujarnya.
Baca juga : Santri Al-Andalus Raih Medali Emas di Ajang Kompetisi UI
Ia juga menegaskan bahwa kebangkitan peradaban Islam harus dimulai melalui sistem pendidikan yang mampu memadukan ilmu syar’i dengan ilmu sains secara seimbang.
Sementara itu, Mudir Pesantren Al Andalus Putri, Ustadz Ibnu menyampaikan bahwa kegiatan SCIMA menjadi bagian penting dalam memperluas wawasan santri terhadap ilmu pengetahuan modern.
“Science and Math Day merupakan kegiatan yang sangat penting untuk membuka wawasan santri terhadap ilmu pengetahuan modern. Sains dan matematika bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan agama. Justru keduanya menjadi sarana untuk memahami kebesaran Allah melalui ciptaan-Nya,” jelasnya.
Baca juga : Santri Al-Andalus Raih Perunggu Kompetisi Esai Tingkat Internasional
Ia mengungkapkan, integrasi antara pendidikan agama dan sains merupakan kebutuhan penting dalam membentuk generasi muslimah yang siap menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas keislamannya.
“Sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan pesantren, kita harus terus maju dalam bidang IPA. Di dalam sains terdapat banyak ayat-ayat kauniyah, yaitu tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta. Dengan mempelajari IPA, para santri tidak hanya memahami teori, tetapi juga semakin mengenal kebesaran Sang Pencipta,” ungkapnya.

Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan seperti lomba cerdas cermat, eksperimen sains, permainan matematika, kuis edukatif, hingga pameran eksperimen dari bidang matematika, fisika, kimia, dan biologi.
Setiap kegiatan dirancang untuk melatih kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kerja sama tim, serta kepercayaan diri peserta dalam menghadapi tantangan akademik.
Antusiasme tinggi juga datang dari para santriwati peserta. Salah satu peserta mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru yang menantang sekaligus menyenangkan.
“Acara ini sangat seru, menegangkan, dan penuh tantangan serta ada game sciencenya. Kami merasa deg-degan saat mengikuti perlombaan, tetapi justru itu yang membuat acara semakin asik. Banyak pengalaman baru yang kami dapatkan, dan kami jadi lebih semangat belajar sains dan matematika,” ujarnya.
Di penghujung acara, panitia mengumumkan para pemenang dari berbagai kategori perlombaan serta memberikan penghargaan kepada peserta terbaik. Penutupan berlangsung meriah dan penuh apresiasi atas dedikasi seluruh peserta, panitia, dan tenaga pendidik.
SCIMA 1.0 diharapkan menjadi agenda tahunan berkelanjutan yang mampu memperkuat posisi Pesantren Islam Internasional Al Andalus Putri sebagai lembaga pendidikan yang berhasil mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kemajuan ilmu pengetahuan modern.
Melalui kegiatan ini, pesantren kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muslimah yang unggul, berakhlak, berilmu, serta siap berkontribusi dalam kemajuan peradaban. (*)




































