Bogor – Guru Bahasa Indonesia Pesantren Islam Internasional Al-Andalus, Ustaz Wijatmoko Bintoro Sambodo, S.Psi berhasil menorehkan prestasi, dengan masuk dalam 200 karya terbaik dari 3.152 peserta pada ajang Festival Pantun ASEAN 2026.
Berdasarkan rilis yang diterima tim media Al-Andalus, peluncuran buku dan penganugerahan juara dilaksanakan pada 3–5 April 2026 di sejumlah lokasi di Sumatera Barat, yakni Istana/Auditorium Gubernur Provinsi Sumatera Barat, Padang Panjang, Bukittinggi, dan Batusangkar. Festival ini diselenggarakan oleh Yayasan Rumah Indonesia Menulis, SIP Publishing, Penyala Literasi Sumatera Barat, serta Galeri Sastra, dan menghadirkan narasumber serta dewan juri dari kalangan sastrawan, penyair, dan penggiat seni lintas negara ASEAN.
Sebanyak 3.152 peserta dari masyarakat umum mengirimkan karya terbaik mereka yang sebelumnya melalui proses kurasi ketat oleh tim penilai. Ustaz Moko, sapaan akrabnya mengirimkan empat judul pantun, masing-masing terdiri atas beberapa bait, dan berhasil masuk dalam jajaran 200 karya terbaik. Sebelumnya, ia juga telah menerbitkan buku kumpulan pantun berjudul Pantun Santun pada 2023 yang memuat 60 judul dengan total 420 bait.
Baca juga : Santri Al-Andalus Raih Perunggu Kompetisi Esai Tingkat Internasional
Festival ini mengangkat tema persahabatan sebagai bagian dari upaya menjaga semangat kebersamaan masyarakat ASEAN, khususnya negeri serumpun Melayu. Di tengah situasi global yang diwarnai konflik, pantun dan karya sastra diharapkan menjadi media penyampai pesan perdamaian, sekaligus ruang unjuk karya, memperluas jejaring, dan merayakan khazanah budaya Melayu.
“Alhamdulillah, saya sangat antusias mengikuti kegiatan kepenulisan ini. Saya dapat belajar, menambah wawasan, dan menjaga kualitas karya agar tetap bermutu. Semoga capaian ini bisa menginspirasi santri dan santriwati Pesantren Islam Internasional Al Andalus untuk terus berkarya positif sesuai minatnya,” ujar Ustaz Moko.
Mudir ‘Am Pesantren Islam Internasional Al-Andalus, Ustaz Nurdin Apun Sarbini, Lc., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga. Ini bukan hanya prestasi pribadi, tetapi juga bukti bahwa pendidik pesantren mampu bersaing di level internasional sekaligus memperkuat komitmen dalam mengembangkan literasi dan khazanah bahasa Melayu di kancah global,” ungkapnya.
Baca juga : Alumni Al-Andalus Raih Beasiswa dari Kazan Federal University Rusia
Senada dengan itu, Mudir Pesantren Al-Andalus Putra, Ustaz Fatik Jundullah, Lc., M.Pd menyatakan bahwa prestasi ini menjadi kebanggaan bersama.
“Budaya literasi dan kecintaan terhadap bahasa terus tumbuh di lingkungan pesantren. Kami berharap ini menjadi inspirasi bagi para santri untuk percaya diri membawa nilai-nilai pesantren ke tingkat yang lebih luas, bahkan internasional,” tuturnya.
Prestasi ini semakin menegaskan peran pesantren tidak hanya sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga sebagai ruang tumbuhnya kreativitas, literasi, dan kontribusi budaya di tingkat regional maupun global. (*)




































