Bogor – Pesantren Islam Internasional Al-Andalus menggelar Islamic Experiential Entrepreneurship Program pada Sabtu, 13 Februari 2026, sebagai bagian dari tugas akhir mata pelajaran Islamic Entrepreneurship. Kegiatan ini diikuti sekitar 50 santri dan menjadi salah satu syarat kelulusan mata pelajaran tersebut.
Berbeda dari praktik kewirausahaan pada umumnya, para santri diterjunkan langsung ke kawasan Perumahan Citra Indah, Jonggol, Bogor sejak pukul 07.00 hingga 18.00 WIB hanya dengan bekal satu botol air mineral dan uang tunai sebesar Rp2.000. Di kawasan yang memiliki ruko, pertokoan, dan pasar tersebut, para peserta diminta mengembangkan usaha secara mandiri dengan tetap menjaga etika muamalah Islami.
Pembimbing program sekaligus guru entrepreneur Pesantren Al-Andalus, Ustaz Teguh Hudaya, Lc., M.M. mengatakan, kegiatan ini dirancang sebagai pembelajaran berbasis pengalaman langsung (experiential learning), yang menempatkan santri pada situasi nyata dunia usaha.
Baca juga : Mantan Rektor Tazkia Berikan Tip Jitu Pengelolaan Keuangan Efektif
Mereka, sambungnya, dituntut untuk membaca peluang, bernegosiasi, memutar modal, serta membangun komunikasi dengan masyarakat sekitar. Selain keterampilan bisnis, aspek mental, tanggung jawab, dan kejujuran menjadi fokus utama dalam kegiatan ini.
“Program ini bukan sekadar praktik jual beli, tetapi pembelajaran nyata tentang ikhtiar, tawakal, dan etika muamalah di lapangan. Dengan bekal terbatas, santri dilatih berpikir strategis serta merasakan langsung proses mencari rezeki secara halal,” ujarnya saat dihubungi.

Menurutnya, pendidikan kewirausahaan di pesantren tidak cukup berhenti pada teori. Pengalaman langsung di lapangan menjadi sarana untuk membentuk mental tangguh dan kemandirian santri dalam menghadapi tantangan kehidupan.
Baca juga : Santri Al-Andalus Dikenalkan Cara Pengolahan Teh di Walini Bandung
Melalui kegiatan ini, Pesantren Islam Internasional Al-Andalus berupaya memadukan pendidikan agama dengan pembentukan karakter dan keterampilan hidup, sehingga lulusan tidak hanya kuat dalam pemahaman keislaman, tetapi juga siap menghadapi dinamika sosial dan ekonomi di masyarakat.
Diketahui, Pesantren Islam Internasional Al-Andalus memiliki tiga program unggulan, yakni tahfiz berbasis itqan (kekuatan hafalan), bahasa asing Arab serta Inggris dan entrepreneurship. (*)




































