SAMBUTAN MUDIR

– Nurdin Apud Sarbini, Lc., M.Pd. –

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله رب العالمين الذي علم الإنسان ما لم يعلم، والصلاة والسلام على نبينا محمدخير الأنام، وعلى آله وصحبه ومن اكتفى أثره إلى نهاية العالم، وبعد؛

Segala Puji Milik Allah Taála, Robb semesta Alam, Yang mengajarkan manusia segala sesuatu yang belum diketahuinya. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah atas Nabi Muhammad, sosok manusia yang dipilih oleh Allah sebagai teladan kehidupan; juga atas keluarga, para sahabat dan para pengikutnya hingga akhir zaman. Literasi ilmu pengetahuan merupakan kebutuhan dasar setiap manusia, sebab tidak ada seorangpun yang terlahir pintar dan tentunya manusia pintar akan berbeda dengan manusia yang tidak berilmu. Tetapi ilmu bukan terminal terakhir yang menjadi tujuan seseorang, melainkan sebagai media utama untuk seseorang dapat beramal shaleh.

Implementasi dari ilmu itu yang menjadi buah manis bagi setiap orang yang berhasil menjelmakan pengetahuannya dalam baiknya berpikir, bertutur dan berbuat, baik secara vertikal (cerdas spiritual) dan horizontal (cerdas sosial) Itulah sebabnya Rasul mengatakan dalam sabdanya: “Tidaklah aku diutus melainkan hanya untuk menyempurnakan akhlak (manusia).” (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al- Mufrad, Ahmad, Hakim, dan Ibnu Sa’ad)

Berbicara tentang Pendidikan anak yang merupakan kewajiban atas orang tua, maka kita berbicara investasi (akhirat). Sebab, suka atau tidak Pendidikan itu memerlukan banyak pengorbanan termasuk materi. Imam Syafi’I menyampaikan bahwa seorang tidak akan mendapatkan ilmu kecuali dengan enam hal: (1) kecerdasan, (2) semangat, (3) sungguh-sungguh, (4) berkecukupan, (5) bersahabat (belajar) dengan ustadz, (6) membutuhkan waktu yang lama.” Namun, hasilnya akan menjadi sesuatu yang akan kita syukuri pada saat tidak ada kekuatan dan usaha yang berlaku kelak, keuntungannya akan terus mengalir meski kita sudah lagi hidup di dunia ini. Rasulullah bersabda: “Apabila seorang manusia meninggal dunia, terputuslah seluruh amalnya, kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang mendoákannya.” (HR. Muslim)

Dalam pelaksanaannya, tidak setiap orang dapat melakukannya dengan sendiri karena memang disamping setiap kita memiliki keterbatasan, pada dasarnya kita ini merupakan mahluk sosial. Oleh sebab itu kami Pesantren Islam Internasional Al-Andalus mengajak anda para orang tua untuk bekerja sama dalam menunaikan kewajiban yang ada pada pundak kita masing-masing. Orang tua berkewajiban mendidik anak agar menjadi anak shaleh, guru berkewajiban mengajarkan ilmunya dan anak-anak berkewajiban mencari ilmu. Sinergi dalam menjalankan kewajiban masing-masing ini syaa Allah akan menjadi energi besar yang memudahkan kita. Pesantren Islam Internasioanl Al-Andalus memiliki kurikulum yang terintegritas antara kurikulum formal Diknas dan kepesantrenan yang berada di bawah naungan Kemenag RI, diformulasikan dalam kurikulum yang kami sebut Al Manhajun Nabawi dengan keunggulan penanaman aqidah yang lurus sesuai mahaj Ahli Sunnah wal Jamaáh, Tahfidz Quran 30 Juz, Pengetahuan ilmu Syariah yang cukup, kecakapan berbahasa Internasional Arab dan Inggris serta Entrepreunership yang akan menunjang pesantren mencapai visinya yaitu Kaderisasi Ummat Robbani, Cendikia dan Mandiri.

Semoga Allah Taála memberikan taufiqNya dalam upaya menshalehkan putra/i kita, mencerdaskan kehidupan berbangsa dengan karakter yang islami. Aamiin.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

-drone footage-

share with friends

exclusive

social media promotions

×