Bogor – Pesantren Islam Internasional Al-Andalus kembali menegaskan komitmennya dalam membangun tata kelola pendidikan berbasis profesionalisme dengan menggelar pelatihan bertajuk “Komunikasi 360°, Sabtu (21/2/2026), bertepatan dengan 3 Ramadhan 1447 H.
Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Pesantren Al-Andalus Putri ini diikuti seluruh pengasuh Al-Andalus Putra dan Putri sebagai bagian dari program strategis pengembangan kompetensi internal lembaga.
Pelatihan menghadirkan Kevin Kautsar, S.Pd, M.I.Kom atau akrab disapa Bang Kevin sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa dalam lembaga pendidikan berbasis asrama, komunikasi bukan hanya soal menyampaikan informasi, melainkan membangun pengalaman emosional yang positif bagi wali santri.
“Dalam bidang jasa, yang paling dikenang bukan hanya program atau fasilitasnya, tetapi rasa yang ditinggalkan. Rasa dihargai, rasa didengar, rasa dipercaya. Itulah yang akan diingat wali santri,” ungkapnya.

Menurutnya, komunikasi yang tidak dikelola secara sistematis berpotensi melahirkan asumsi. Sementara asumsi yang berkembang tanpa klarifikasi dapat menggerus kepercayaan publik. Karena itu, konsep komunikasi 360 derajat menjadi penting—meliputi kejelasan pesan, empati dalam penyampaian, serta konsistensi narasi kelembagaan.
Baca juga : Al-Andalus Gelar Daurah Akidah Hadirkan Ustaz Firanda dan Ustaz Nidlol
Sebagai lembaga pendidikan berstandar internasional, Al-Andalus memandang relasi dengan wali santri sebagai pilar strategis dalam menjaga mutu layanan. Penguatan komunikasi diposisikan sejajar dengan peningkatan kualitas akademik dan pembinaan karakter santri.
Mudir ‘Am Pesantren Islam Internasional Al-Andalus, Ustaz Nurdin Apud Sarbini, Lc., M.Pd dalam arahannya menegaskan bahwa kepercayaan wali santri adalah amanah besar yang harus dikelola secara profesional dan penuh tanggung jawab.
“Pesantren ini berdiri di atas amanah. Kepercayaan wali santri bukan sekadar administratif, tetapi moral dan spiritual. Maka komunikasi harus profesional, terstruktur, dan bernilai adab,” tegasnya.
Ia menambahkan, standarisasi komunikasi di seluruh unit putra dan putri merupakan langkah penting agar tidak terjadi perbedaan persepsi dalam penyampaian informasi kepada wali santri.
Baca juga : Al-Andalus Undang Syekh dari Mesir Isi Daurah Syar’iyyah
Pelatihan berlangsung interaktif melalui sesi studi kasus, simulasi komunikasi krisis, serta strategi membangun citra dan reputasi kelembagaan. Antusiasme para pengasuh menunjukkan keseriusan Al-Andalus dalam memperkuat sistem layanan berbasis kepercayaan.
Ustaz Nurdin mengungkapkan, melalui pelatihan ini, Pesantren Islam Internasional Al-Andalus tidak hanya memperkuat kapasitas internal, tetapi juga menegaskan arah perjuangannya dalam melahirkan generasi Rabbani, Cendekia, dan Mandiri.
“Di tengah tuntutan transparansi dan akuntabilitas publik, Al-Andalus mengambil langkah strategis dengan membangun komunikasi yang utuh, beradab, dan profesional sebagai fondasi utama kepercayaan,” pungkasnya. (*)





































