Bogor – Pesantren Islam Internasional Al-Andalus memfasilitasi santri kelas XII yang memiliki rencana untuk melanjutkan kuliah di luar negeri. Kali ini, santri tersebut diajak menghadiri kegiatan higher education fair yang menghadirkan enam perguruan tinggi unggulan dari Malaysia.
Guru Al-Andalus sekaligus pendamping santri dalam kegiatan tersebut, Ustaz Fathurohman, S.T., M.M mengatakan, sebanyak 19 santri kelas XII peminatan umum mengikuti kegiatan tersebut.
“Acaranya digelar di Swiss-Belhotel, Bogor pada Senin, 10 Agustus 2026 lalu. Hadir dalam expo itu sejumlah universitas unggulan dari Malaysia,” kata Ustaz Fathur saat dihubungi, Rabu (12/8/2026).
Baca juga : Dua Alumni Berangkat ke Prince Sattam Saudi, Satu Orang ke Malaysia
Ustaz Fathur menyebutkan, enam kampus unggulan yang ambil bagian dalam pameran pendidikan tersebut yakni Universiti Utara Malaysia (UUM/negeri), Universiti Sains Malaysia (USM/negeri), Multimedia University (MMU/swasta) Xiamen University Malaysia (XMUM), MILA University (swasta) dan INTI International University (swasta).
“Mereka menawarkan pilihan jurusan dan program studi, komponen biaya yang harus dipersiapkan, persyaratan pendaftaran, hingga fasilitas yang akan diperoleh selama menempuh pendidikan,” urai Ustaz Fathur.
Baca juga : Santri Al-Andalus Raih Perunggu Kompetisi Esai Tingkat Internasional
Lebih lanjut ia menuturkan, pameran perguruan tinggi membantu santri agar dapat memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya dan memperoleh informasi yang benar-benar mereka butuhkan.
“Saya berharap setelah mengikuti kegiatan ini, santri bisa mulai menentukan pilihan dengan lebih matang dan tidak hanya ikut-ikutan teman,” ujarnya.
Ustaz Fathur menegaskan, pesantren berkomitmen dan berupaya memfasilitasi para santri dan santriwati yang memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan tingginya di berbagai universitas di luar negeri.
“Melalui program IPA (International Programme of Al-Andalus, red), kami terus memberikan informasi dan pendampingan bagi mereka yang akan melanjutkan jenjang berikuti di kampus luar negeri,” tutupnya. (*)


































