Bogor – Santri Pesantren Islam Internasional Al-Andalus Putri menorehkan prestasi dengan meraih juara II dalam ajang Garuda Nest Road to Tazkia Youthpreneur Competition 2026. Perlombaa tersebut diselenggarakan Universitas Tazkia.
Ajang tersebut diikuti pelajar tingkat SMA/SMK/MA dari berbagai wilayah di Jawa Barat dan menjadi wadah pengembangan jiwa kewirausahaan generasi muda. Puncak kegiatan berlangsung pada Sabtu (18/4/2026) lalu.
Berdasarkan informasi yang diterima tim media Al-Andalus, para peserta yang terdiri dari santri kelas X menunjukkan performa yang kompetitif sejak tahap awal hingga final. Mereka melewati sejumlah tahapan, mulai dari pengajuan ide bisnis, pelatihan intensif melalui bootcamp, hingga presentasi akhir (pitching) di hadapan dewan juri.
Baca juga : Santri Al-Andalus Raih Perunggu Kompetisi Esai Tingkat Internasional
Dalam kompetisi tersebut, tim Al-Andalus Putri mengusung gagasan bisnis yang dinilai inovatif dan memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat. Penyusunan konsep bisnis yang terstruktur serta kemampuan presentasi yang sistematis menjadi faktor penentu capaian tersebut.
Pimpinan Pesantren Islam Internasional Al-Andalus Putri, Ustaz Ibnu Aulia Bakir, Lc., menyampaikan apresiasi atas capaian para santriwati.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa santri memiliki potensi besar untuk berkembang tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam bidang kewirausahaan,” ujar Ustaz Ibnu saat dihubungi, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, keterlibatan santriwati dalam kompetisi semacam ini merupakan bagian dari proses pembelajaran.
“Melalui ajang ini, santri belajar berpikir kritis, berani menyampaikan ide, serta memahami praktik kewirausahaan secara langsung,” katanya.
Baca juga : Disaksikan Orang Tua, Santri Al-Andalus Uji Itqon 30 Juz di LMPQ
Dalam kegiatan tersebut, santriwati yang terlibat dalam lomba yakni Sarah Gassania Kamali (10-B), Syawalluna Zahra (10-B), Syifa Edita Ahmad (10-B), Aufia Wahyuddin (10-A), Khalisa Nuria Hamdan (10-A), dan Jingga Dara Kinaya Wibowo (10-B)
Selain memperoleh penghargaan, para peserta juga mendapatkan kesempatan mengikuti pembinaan, pendampingan dari mentor, serta memperluas jejaring dengan peserta lain dan praktisi di bidang bisnis.
Ustaz Ibnu berharap, capaian itu bisa menjadi motivasi bagi santriwati lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri, baik dalam bidang akademik maupun keterampilan kewirausahaan.
Diketahui, Garuda Nest 2026 adalah program training dan seleksi entrepreneurship intensif untuk pelajar SMA yang ingin mengembangkan ide menjadi startup nyata. Bukan sekadar bootcamp, tapi program pengembangan terstruktur untuk membangun mindset founder, validasi ide, dan model bisnis.(*)




































