Bogor – Ratusan santriwati Pesantren Islam Internasional Al Andalus Putri mengikuti pembukaan Festival Kewirausahaan dan Classmeeting 2026 yang digelar di lapangan basket Al-Andalus Putri, Jonggol, Bogor, Minggu (14/6/2026). Kegiatan itu menjadi bagian dari program pembinaan karakter dan pengembangan keterampilan santri menjelang masa liburan semester.
Festival ini menghadirkan berbagai agenda, mulai dari perlombaan olahraga dan kreativitas hingga program kewirausahaan yang melibatkan seluruh santriwati. Melalui kegiatan tersebut, pesantren berupaya memberikan ruang bagi santri untuk mengembangkan potensi diri sekaligus mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari selama proses pendidikan.
Panitia menyebutkan bahwa classmeeting tidak hanya menjadi ajang kompetisi antar kelas, tetapi juga sarana untuk menanamkan nilai sportivitas, kerja sama, disiplin, kepemimpinan, dan semangat berprestasi. Sementara itu, program kewirausahaan dirancang untuk memberikan pengalaman praktik kepada santri dalam mengelola usaha secara langsung.
Baca juga : Santriwati Peserta Ekstrakurikuler Entrepreneurship Kunjungi Ummi Bakery
Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah Bazaar Entrepreneurship Santri yang akan berlangsung pada 15–16 Juni 2026. Dalam bazaar tersebut, para santriwati akan memasarkan berbagai produk hasil kreasi mereka, mulai dari makanan, minuman, hingga produk kreatif lainnya.
Bazaar akan dilaksanakan pada Senin, 15 Juni 2026 pukul 08.00–11.15 WIB serta pukul 19.30 hingga pukul 21.15 WIB. Selasa, 16 Juni 2026 pukul 08.00–11.15 WIB.
Penanggung jawab program entrepreneurship Al-Andalus Putri, Ustazah Intan Kemala Sari mengatakan bahwa kegiatan itu merupakan bagian dari upaya pesantren untuk membekali santri dengan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.
“Alhamdulillah, entrepreneurship event kembali dapat dilaksanakan tahun ini sebagai bagian dari proses pembelajaran santri. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga belajar bekerja sama dalam tim, menyusun strategi pemasaran, mengelola keuangan sederhana, serta memberikan pelayanan kepada konsumen. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian dan rasa tanggung jawab,” ujarnya kepada tim media Al-Andalus di sela-sela acara pembukaan.
Baca juga : Santriwati Ikuti Seminar Entrepreneur Bertema Menjadi Muslimahpreneur Seperti Khadijah
Menurutnya, pembelajaran kewirausahaan di lingkungan pesantren tidak hanya berorientasi pada kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga membentuk karakter santri agar memiliki keberanian berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Mudir Pesantren Islam Internasional Al-Andalus Putri, Ustaz Ibnu Aulia Bakir, Lc menilai kegiatan tersebut menjadi sarana bagi santriwati untuk mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari selama berada di kelas.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para santriwati karena memberikan kesempatan untuk mempraktikkan ilmu yang telah mereka pelajari. Dalam entrepreneurship event, mereka belajar berjualan, mengelola usaha sederhana, berinteraksi dengan konsumen, serta melatih tanggung jawab dan kemandirian. Sementara melalui classmeeting, mereka belajar tentang kerja sama, sportivitas, dan semangat berkompetisi secara positif,” katanya.
Ia menambahkan bahwa berbagai perlombaan yang digelar diharapkan mampu menumbuhkan jiwa kompetitif yang sehat di kalangan santri, tidak hanya dalam bidang nonakademik tetapi juga dalam proses menuntut ilmu.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memotivasi para santri untuk terus mengembangkan potensi terbaik yang mereka miliki. Semoga seluruh rangkaian acara berjalan lancar, memberikan pengalaman berharga, serta membawa dampak positif bagi para santriwati, baik selama kegiatan berlangsung maupun setelahnya,” ujar Ibnu.
Festival kewirausahaan dan classmeeting 2026 merupakan salah satu program pendidikan Al-Andalus Putri yang mengintegrasikan pembinaan keislaman, akademik, dan keterampilan hidup. Melalui kegiatan tersebut, pesantren berupaya menyiapkan generasi muslimah yang tidak hanya memiliki pemahaman ilmu syar’i yang kuat, tetapi juga berjiwa pemimpin, kreatif, mandiri, dan mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan di masa depan. (*)



































